Life is a Danzfloor’s


GARBAGE a.k.a Sampah
September 27, 2008, 1:25 pm
Filed under: green

hmm…
ne sebenere adalah tulisan dari temen yang ga sempet diposting ( dl sempet pengen bikin blog yang isinya ttg environmental education ) tp sayangnya ga kesampaian… :P maap sista, tulisan k jd diposting disisini aja yah ^^ moga2 berguna…

here we go…

Sampah

Adalah semua buangan yang ditimbulkan dari aktivitas manusia serta hewan dan biasanya padat, tidak digunakan dan tidak diinginkan lagi. Sampah menurut sifat yang dilihat dari komposisi kimai ada 2 macam : sampah organic dan sampah an organik.

1.Sampah organic

Komposisi penyusun terdiri dari C, H, O, N, terkadang S dan P dan lebih cepat /mudah membusuk.
Ex : daun – daunan, sisa sampah dapur, buah – buahan, dll.

2.Sampah anorganik

Memiliki komposisi selain dari makhluk hidup , lebih lama dan sulit terurai sehingga tidak membusuk.
Ex : plastic, kaca dan logam.

Sumber sampah :
1.Sampah permukiman :
a. food waste ( sampah makanan )
b. rubbish (sampah mudah terbakar/tdk mudah terbakar di luar sampah makanan/bahan yang mudah membusuk)
c. abu dan residu
d. sampah reruntuhan dan pembangunan
e. sampah khusus
f. treatment plant waste (sampah instalasi pengolahan)

2.Sampah industri

3.Sampah berbahaya

Pengolahan sampah
Metode Pengolahan :
1. Recycling
pengolahan sampah dengan melakukan pemisahan untuk benda yang masih bernilai ekonomis.
Macam cara pemisahan :
a. tenaga angina
b. tenaga magnetic
c. tenaga getaran
d. tenaga manusia
e. cyclone
f. pemisah rotary screen
g. pemisah aluminium

2. Incinerasi
Metode pengolahan sampah dengan proses oksidasi (pembakaran) dengan maksud stabilisasi, reduksi volume dan berat sampah. Hasil pembakaran : abu, gas buang (COx, NOx, HCl), residu.

3. Balling
Metode pengolahan sampah dengan pemadatan dengan alat kompaktor di stasiun transfer atau TPA.
Keuntungan :
a. pengurangan volume sampah
b. kemudahan transportasi
c. memperpanjang masa guna TPA
d. mengurangi bahan penutup yang digunakan
Kerugian :
a. biaya investasi cukup besar
b. biaya operasi menggunakan listrik besar
c. untuk kadar air tinggi efisiensi pemadatan rendah
d. kecenderungan sampah untuk mengembang

4. Composting
Pengolahan ssampah organaik dengan memanfaatkan bakteri untuk mengubah sampah menjadi kompos ( proses fermentasi ).
Tahap composting :
a. penyimpanan sampah
b. dekomposisi sampah
c. penyiapan produk dan pemasaran

5. Pemanfaatan sampah sehingga dihasilkan gas sebagai sumber energi/panas.

Dari beberapa uraian diatas kiranya temen – temen dapt ikut andil dalam usaha meminimalisair tumpukan sampah yang ada di sekitar kita. Sampah yang paling deket dengan kehidupan sehari – hari kita tentunya sampah domestic ( hasil aktifitas manusia )/ sampah rumah tangga.
Sampah domestic sebenarnya masih dapat digunakan lagi lho ( reuse ), caranya sampah – sampah domestic tsb dipilah – pilah ( dibedain antara sampah organic dan anorganik). Agar lebih mudah pada tiap tiap rumah tangga disediakan 2 kantung sampah, untuk sampah organic dan anorganik Sampah anorganik yang berupa kaleng, kaca dan plastic dikumpulkan pada satu tempat, setelah beberapa lama tentunya sampah ini bertambah banyak, nah kalau kita tidak bisa mengolahnya cukup dikasih ke pengumpul rosok aja. Sedangkan kalau kita dapat berimajinasi dengan sampah tersebut, tentunya dapat kita ubah sampah yang tidak berguna menjadi barang bernilai ekonomi, contohnya aja: pot dari kaleng dan plastic, bunga dari kemasan air mineral, keset dari kain perca, dll.
Sedangkan sampah orgnik dapat kita olah menjadi pupuk organic. Pembuatan pupuk organic sendiri sebenarnya tidak begitu susah.

1. Pertama : Siapkan 2 kantung sampah organic
2. Kumpulkan sampah domestic harian pada salah satu kantung.
3. Setelah satu kantung tersebut penuh, buat kantung sampah tersebut dalam keadaan anaerob ( tidak terkena kontak dengan udara ) tetapi harus diingat diberi lubang udara ( bisa dari pipa pralon kecil atau sejenisnya ), yang bertujuan untuk mengalirkan gas – gas hasil pembusukan ( jadi metode kerjanya seperti septic tank ), yang berbeda adalah sumbernya. Diamkan kurang lebih 30 – 60 hari agar didapatkan pupuk organic. Untuk mempercepat proses pengomposan dapat ditambahkan kotoran hewan.
4. Setelah satu kantung tersebut penuh, ganti ke kantung satunya, begitu seterusnya secara berulang.


1 Comment so far
Leave a comment

Hei… nice blog… ^_^ Tulisannya berat euyyy…

Comment by Gari




Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>